d'554 generation

the next generation moslem in the world

Konsep Nutrisi



Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh manusia yang bertujuan menghasilkan energi yang nantinya akan digunakan untuk aktivitas tubuh serta mengeluarkan zat sisanya (hasil metabolisme). Nutrisi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat gizi dan zat lain yang terkandung, aksi, reaksi, dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit.
                                
Metabolisme merupakan Sekumpulan proses kimia yang terjadi pada organisme hidup, menyebabkan pertumbuhan, pembangkitan energy, pembuangan zat sisa, dan fungsi lain yang berkaitan dengan distribusi nutrisi di dalam darah setelah pencernaan.

a.       Anabolisme
Merupakan produksi dari substansi kimia yang lebih kompleks dengan sintesis nutrien
b.      Katabolisme
 Merupakan pemecahan substansi kimia menjadi substansi yang lebih sederhana.

Factor yang mempengaruhi kebutuhan energy individu:
a.       BMR (Basal Metabolic Rat) adalah energy seseorang ketika istirahat yang diperlukan pada tingkat rendah fungsi selular.
b.      BEE (Basal Energy Expenditure), perkiraan penggunaan energy basal pada dewasa, anak yang berusia lebih dari 6 tahun ketika istirahat.
Ex: Wanita: BEE= 655+(9,6Xberat badan dalam kg)+ (1,7x tinggi badan dalam cm)-(4,7x umur dalam tahun). Pria: BBE = 66+ (13,7x Berat badan dalam kg) + (5x tinggi badan dalam cm) – (6,8x umur dalam tahun).

-          Karbohidrat
Karbohidrat dalam tiap gramnya dapat menghasilkan 4 kkl. Karbohidrat diklasifikasikan        menurut unit sakarida:
a.       Monosakarida
Tidak dapat dipecah menjadi unit gula yang lebih dasar dan merupakan bentuk molekul yang paling kecil, Dalam bentuk ini molekul dapat langsung diserap oleh pembuluh darah.
b.      Disakarida
Dibentuk dari monosakarida dan air.
c.       Polisakarida
Merupakan gabungan dari beberapa molekul monosakarida. Jenis polisakarida adalah zat pati, glikogen dan selulosa.
Metbolisme Karbohidrat
Proses dari makanan sampai dapat digunakan oleh tubuh melalui pencernaan, absorpsi, dan metabolisme. Metabolisme Karbohidrat berbentuk monosakarida dan disakarida diserap melalui mukusa usus. Setelah proses penyerapan (dalam pembuluh darah) semua berbentuk monosakarida. Monosakarida (Fruktosa, Galaktosa, Glukosa) yang masuk bersama-sama darah dibawa ke hati. Di dalam hati Monosakarida diubah menjadi glukosa dan dialirkan melaui pembuluh darah ke otot. Di dalam otot glukosa dibakar membentuk glikogen melalui Proses Glikoneogenesis.Metabolism karbohodrat terdiri dari 3 proses:
a.       Katabolisme glikogen menjadi glukosa, karbondioksida dan air (glikogenolisis)
b.      Anabolisme glukosa menjadi glikogen untuk penyimpanan (glikogenesis).
c.       Perubahan asam amino dan gliserol menjadi glikogen untuk energy (glukoneogenesis)

-          Protein
Protein merupakan konstituen penting pada semua sel, jenis nutrien ini berupa struktur nutrien kompleks yang terdiri dari asam-asam amino. Asam amino di anabolisasi menjadi jaringan, hormon dan enzim. Asam amino juga dapat dirubah menjadi lemak dan disimpan sebagai jaringan adiposa atau dikatabolisasi (dipecahkan) menjadi energi melalui glikoneogenesis.


Fungsi protein :
• Protein menggantikan protein yang hilang selama proses metabolisme yang    normal         dan proses pengausan yang normal.
      • Protein menghasilkan jaringan baru.
      • Protein diperlukan dalam pembuatan protein-protein yang baru dengan    fungsi         khusus        dalam tubuh yaitu enzim, hormon dan haemoglobin.
      • Protein sebagai sumber energi.

     Metabolisme Protein
Jika makanan yang sudah berada dalam lambung, maka akan dikeluarkan enzim protease yaitu pepsin. Pepsin mengubah protein menjadi albuminosa dan pepton. Albuminosa dan pepton di dalam usus halus diubah menjadi asam-asam amino dengan bantuan enzim tripsin dari pancreas dan selanjutnya diserap atau berdifusi ke aliran darah yang menuju ke hati.Asam-asam amino disebar oleh hati ke jaringan tubuh untuk menganti sel-sel yang rusak dan sebagian digunakan untuk membuat protein darah. Karean protein dapat larut dalam air sehingga umumnya dapat dicerna secara sempurna dan hampir tidak tersisa protein makanan dalam feses.
Asam amino yang tidak dapat digunakan ditranspor kembali ke hati kemudian dilepaskan ikatan nitrogennya sehingga terpecah menjadi dua macam zat yaitu asam organic dan amoniak. Amoniak dibuang melalui ginjal, sedangkan asam organic dimanfaatkan sebagai sumber energi.

-          Lemak
Lemak merupakan sumber energi yang dipadatkan. Lemak dan minyak terdiri atas gabungan gliserol dengan asam-asam lemak. Proses selama asam lemak disintesis Metabolisme dari 1 gram hasil lipid lebih dari 2 kali energi yang diberikan oleh karbohidrat atau protein.
    Fungsi lemak :
    1. sebagai sumber energi ; merupakan sumber energi yang dipadatkan dengan          memberikan 9 kal/gr.
    2. Ikut serta membangun jaringan tubuh.
    3. Perlindungan.
    4. Penyekatan/isolasi, lemak akan mencegah kehilangan panas dari tubuh.
    5. Perasaan kenyang, lemak dapat menunda waktu pengosongan lambung dan mencegah          timbul rasa lapar kembali segera setelah makan.
    6. Vitamin larut dalam lemak.

 Metabolisme Lemak
Lemak diserap melalui proses secara pasif dalam bentuk gliserol asam lemak karena
giserol larut dalam air. Gliserol asam lemak masuk dalam pembuluh darah dan dibawa ke hati. Kemudian didalam hati dengan
proses kimiawi Gliserol diubah menjadi Glikogen. Bersama metabolisme Hidarat Arang gliserol akan menghasilkan tenaga. Lemak yang dibakar mempunyai hasil sampingan yang disebut Colesterol
MINERAL
Mineral adalah elemen anorganik untuk tubuh karena perannya sebagai katalis dalam reaksi biokimia. Mineral dapat diklasifikasikan menjadi makromineral yaitu jika kebutuhan tubuh 100 mg atau lebih dan mikromineral jika kebutuhan tubuh kurang dari 100 mg. Termasuk dalam makromineral adalah kalsium, magnesium fosfat sedangkan yang temasuk dalam mikromineral adalah klorida, yodium, iron,zinc. Secara umum fungsi dari mineral adalah :
1. Membangun jarigan tulang
2. Mengatur tekanan osmotik dalam tubuh
3. Memberikan elektemb elektrolit untuk keperluan otot-otot dan saraf
4. Membuat berbagai enzim

VITAMIN
Vitamin adalah substansi organik, keberadaannya sangat sedikit pada makanan dan tidak dapat dibuat di dalam tubuh. Vitamin sangat berperan dalam proses metabolisme karena fungsinya sebagai katalisator. Vitamin dapat diklasifikasikan menjadi :
1. Vitamin yang larut air : Vitamin B kompleks, B1, B2, B3, B12, folic acid, serta vitamin c.
2. Vitamin yang larut dalam lemak : A , D , E , K
Fungsi utama vitamin adalah untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan kesehatan.
Vitamin Larut Air
Fungsi
Akibat Defisiensi
Akibat kelebihan
Sumber-sumber
Vitamin C(asam Askorbat)
Produksi kolagen;integritas dinding kapiler; pembentukan sel darah merah; metabolisme asam amino; pengurangan garam zat besi; perlindungan vitamin lain dari oksidasi
Vitamin B kompleks
B1(tiamin)
Kompnen enzim, oksidasi karbohidrat, konversi oksidatif asam piruvirat dan lingkar asam sitrat


Vitamin B2 (ribovlavin)
Metabolisme nutrien, pertumbuhan, oksidasi dan reduksi lemak, karbohidrat





Vitamin B6 (kompleks Piridoksin, Piridoksal, Piridoksamin)
Metabolisme nutrisi; sintesis asam amino nonesensial; konversi triptofan untuk niasin; fungsi darah yang tepat dan sel sistem saraf pusat.
Vitamin B12 (Kobalamin)
Penghasil enzim yang esensial untuk metabolisme nutrien, asam nukleat, asam folat; fungsi tepat pada sel tulang, saluran gastrointestinal, dan sistem saraf; pembentukan purin demikian juga RNA dan DNA
Asam Pantotenat
Metabolisme nutrisi; sintesis kolesterol dan hormon steroid; aktivitas korteks adrenal
Boitin
Sintesis asam lemak; utilisasi glukosa; metabolisme protein; utilisasi vitamin B12 dan asam folat
Niasin
Utilisasi protein; glikolisis; sintesis lemak; perbaikan jaringan


Folasin, Asam Folat, Folat
Metabolisme beberapa asam amino; maturasi sel darah merah; sintesis purin dan pirimidin, yang penting untuk asam ribonukleat (RNA) dan asam deoksiribonukleat (DNA)
Penyakit kudis, penyembuhan luka yang buruk, perdarahan, gigi tanggal, memar










Beri-beri(jarang), polineuritis, konfusi mental, kelemahan otot, ataksia, gangguan ritme jantung, pembesaran jantung


Ariboflavinosis:pecah pecah pada ujung mulut, desquamasi sisik kulit sekitar mulut,iritasi mata, glositis(lidah berkilau), fotofobia(sensitif terhadap cahaya)





Anemia, iritabilitas, luka kulit, pecah-pecah pada ujung mulut






Anemia pernisius dan gangguan nerologik











Tidak diketahui





Tidak diketahui





Pellagra; kelemahan, anoreksia, indigesti, pellagra berat; dermatitis, diare, dimensia



Anemia makrotik
Batu ginjal, penyakit kudis, infeksi saluran urin












Nadi yang cepat, sakit kepala, lemah iritabilitas, insomnia






Ulkus, tingkat glukosa darah yang elevasi, peningkatan asam urat dalam darah









Pembengkakan, depresi, kelelahan, sakit kepala, kerusakan saraf, iritabilitas





Tidak dilaporkan












Peningkatan kebutuhan tiamin, kadang-kadang diare, retensi air


Tidak diketahui





Ulkus, disfungsi hati, kadar glukosa darah meningkat, peningkatan tingkat asam urat darah, diare, mual, flushing


Diare, insomnia, iritabilitas,  menutupi defisiensi vitamin B12

Jeruk, kubis, kentang, tomat, brokoli, strawbery, blewah, cabe hijau











Daging babi, ikan, telur, unggas, buncis kering, padi-padian, gandum, roti, pasta





Susu, padi-padian,, sayuran hijau, hati












Padi-padian, hati, ikan, unggas, kacang hijau, kacang, daging, kentan






Susu, telur, keju, daging, ikan, unggas, makanan dari hewan asli (makanan tumbuhan tidak mengandung vitamin B12)






Daging, padi-padian, sereal padi-padian, tumbuhan polong



Hati, ginjal, sayuran berdaun hijau tua, kuning-merah telur, kacang hijau


Daging, produk susu, padi-padian, sereal, tuna





Hati, sayuran berdaun hijau, daging, ikan, unggas, padi-padian
           

Vitamin larut lemak
Fungsi
Akibat Defisiensi
Akibat Kelahan
Sumber-sumber
Vitamin A (Retinol, Retinal, Asam Retinoat)
Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan epitel; pemeliharaan akuitas visual pada lampu suram; fungsi imun, khususnya pengenalan antigen



Kebutaan pada malam hari, kulit kasar, membran mukosa kering, penurunan resistensi untuk infeksi, kegagalan perkembangan gigi dan tulang



Mual, muntah, rasa nyeri abdominal, dan kegagalan pertumbuhan pada anak-anak;kehilangan berat badan pada orang dewasa; dosis besar: kerontokan rambut, pembengkakan dan pelunakan tulang, nyeri tulang sendi, hepatomegali, splenomegali,sakit kepala



Susu murni, produk susu murni, telur, sayuran berdaun hijau, buah- buahan dan sayuran yang berwarna kuning,minyak hati  ikan, hati

Vitamin D
Penyerapan dan penggunaan kalsium dalam perkembangan tulang dan gigi.
Penyakit ricket dan pertumbuhan gigi yang tertunda pada anak-anak dan osteomalasia pada dewasa.
Dosis besar kehilangan nafsu makan, muntah, kegagalan pertumbuhan, peningkatan deposit kalsium dalam jaringan lunak, pembuluh darah dan ginjal
Cahaya matahari, susu, margarin yang emperkuat dan minyak hati ikan.
Vitamin E (Tokoferol)
Perlindungan vitamin A dan C dan asam lemak tidak jenuh majemuk dari oksidasi; sintesisheme.
Peningkatan emolisisel darah nerah dan anemia makromtik pada bayi premature.
Gangguan dengan penggunaan vitamin A dan K, memperpanjang waktu protrombin, iritabilitas, intestinal, sakit kepala, nyeri otot, pusing.
Minyak sayur, sayuran berdaun hijau, susu, telur, daging, cereal.
Vitamin K
Pembentukan protrombin, pembekuan darah.
Penyakit hemoragin pada bayi baru lahir, waktu pembekuan yang lama pada orang dewasa.
Hiperbilirubinemia pada bayi, muntah pada orang dewasa.
Sayuran berdaun hijau, sintesis hati pada daerah gastrointestinal.

kebutuhan nutrisi pada bayi, usia preschool dan usia sekolah
  1. Bayi
Asupan energi kira- kira 108 kkal/kg berat badan yang diperlukan pada satu setengah masa pertumbuhan dan 98 kkal/kg pada dua setengah (food and nutrition Board, 1989).   Waktu penuh bayi baru lahir dapat mencerna dan mengabsorbsi karbohidrat, potein sederhana dan jumlah sedang dari lemak yang diemulsi. Amilase, enzim pemecah zat tepung tidak ada hingga kira- kira berusia 2,5 atau 3,5 bulan. Bayi memerlukan kira- kira 100 hingga 150 ml/ kg/ hari dari cairan karena porsi besar dari total berat badan adalah air.
·         Bayi yang  minum asi
Asi terdiri dari antibodi untuk melindungi melawan virus dan bakteri.
·         Bayi yang minum susu botol
Susu sapi yang regular seharusnya tidak digunakan untuk formula bayi karena menyebabkan perdarahan gastrointesnial dan terlalu pekat bagi ginjal bayi untuk mengelolanya
·         Bayi yang makan makanan padat
Susu  formula dan ASI formula memberikan nutrisi yang cukup untuk 4 hingga  6 bulan pertama kehidupan. 

  1. usia preschool
Kecepatan perkembangan turun ketika usia todler (1 – 3 tahun). Kebutuhan akan kalori lebih rendah tetapi terdapat peningkatan  jumlah protein dalam hubungan dengan berat badan. Anak usia prasekolah memerlukan kira- kira 480 gr susu setiap hari, 30 hingga 90 gr dari kelompok daging, empat hingga lima porsi dari buah dan sayur. Tiga porsi seluruh padi padian atau makanan yang diperkaya gizinya dari kelompok roti dan sereal, dan 3 hingga sendok teh margarin atau mentega.
  1. usia sekolah
6 hingga 12 tahun, berkembang pada rata- rata yang rendah dan terus- menerus, dengan penurunan  dengan penurunan bertahap dalam kebutuhan energi per unit berat badan. Anak usia sekolah mencapai 3 hingga 5 kg dalam berat badan dalam tiggi badan pertahun higga pubertas. Asupan yang direkomendasikan termasuk dua porsi dari elompok susu, 60 – 90 g kelompok makanan daging, 4 porsi / lebih dari kelompok buah dan sayuran tiga hingga 4 porsi dari seluruh padi- padian dan roti yang diperkaya gizinya dan sereal  dan 1 hingga 3 sendok teh margarin
d.      Dewasa Muda
Harus terjadi keseimbangan antara intake makanan dengan jumlah kalori yang keluar, khususnya pada wanita hamil dan menyusui.
Wanita hamil dan menyusui membutuhkan :
• Protein
• Calsium dan fosfor
• Magnesium 150 mg/hari
• Besi
• Iodine 175 mg/hari
• Seng 5 mg lebih banyak dari kebutuhan seharinya untuk pembentukan jaringan    baru.



e.       Midle Age Adult (Dewasa Tengah)
Intake kalori perlu dikurangi karena penurunan BMR, pertumbuhan sudah lengkap dan aktivitas berkurang. Penurunan intake bertujuan mencegah obesitas.
Mereka sebaiknya berhati-hati dalam memilih makanan. Makanan yang dianjurkan makanan rendah lemak, unggas, ikan, kacang, dan telur hanya boleh 3 kali seminggu.
Sayur, buah, sereal dan roti kasar dapat memenuhi kebutuhan serat dan protein.

f.       Manula
Lansia berusia 65 tahun mengalami penurunan kebutuhan kalori pada saat tingkat metabolis menurun dengan bertambahnya umur. Kebutuhan rata-rata yang diperbolehkan untuk laki-laki adalah 2300 kkal/hari dan untuk wanita 1900 kkal/hari.
1.      Pendapatan. Faktor penting yang mempengaruhi status nutrisi lansia. Pendapatan yang tetap dapat mengurangi jumlah uang yang digunakan untuk membeli makanan.
2.      Kesehatan. Gejala fisik, kehilangan gigi, gigi palsu, atau beresiko interaksi nutrien obat. Gigi palsu dapat meningkatkan sensasi rasa pahit dan asam. Penurunan normal pada sekresi lambung menyebabkan kurang efisiennya digesti. Sensasi haus dapat menghilangkan menyebabkan asupan cairan yang tidak cukup.

Dalam pemilihan makanan, biasanya diet pada lansia cirinya adalah makanan protein dan tinggi padaroti, kue, dan sereal.
Daging dihindari karena harganya dan sulit untuk dikunyah.
Keju, telur dan selai kacang berguna untuk persediaan protein.
Susu,sangat penting untuk wanita lansia yang kekurangan kalsium dalam tulang (osteoporosis).
           

Peran Pawat Dalam Pemenuhan Nutrisi Pada Lansia
Tujuan keperawatan komunitas adalah untuk dan peningkatan kesehatan masyarakt melalui upaya:
  1. pelayanan keperawatan secara langsung terhadap individu, keluarga, dan kelompok dalam konteks komunitas.
  2. perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat dan mempertimbangkan bagaimana masalah atau isu kesehatan masyarakat, idividu ataupun kelompok.
Perawat di komunitas merupakan posisi yang bagus untuk mengenal tanda-tanda nutrisi buruk dan mengambil langkah untuk mengawali perubahan. Kontak yang sehari-hari dekat dengan klien dan keluarganya memungkinkan perawat untuk mengobservasi status fisik, asupan makanan, penamabahan dan kehilangan berat badan terutama pada lansia yang sudah mengalami kesulitan makan karena gejala fisik, kehilangan gigi, atau gigi palsu yang menyebabkan asupan nutrisi yang harus di penuhi menjadi berkurang setiap hari.
Dalam hal ini perawat dapat melaksanakan suatu usaha multi-disiplin untuk mengidentifikasi tanda peringatan malnutrisi pada lansia.
Perawat juga dapat mengidentifikasi masalah yang actual dan potensial dalam status nutrisi dan mengimplementasikan terapi perawatan, medis dan nutrisi tepat untuk mengurangi atau membalikan perubahan nutrisi.

0 komentar:

Poskan Komentar