d'554 generation

the next generation moslem in the world

URGENSI MENTORING


URGENSI MENTORING
Pembinaan generasi-generasi dunia yang didesign untuk menjadi pribadi yang rabbani merupakan sepercik pengertian dari Mentoring yang apabila kita luruskan inilah juga yang disebut TARBIYAH. Tarbiyah bukan merupakan "barang" baru dalam pergerakkan Islam. Sejarah telah mencatat bagaimana Rasulullah Muhammad saw telah menjadi Murobbi (guru) bagi para sahabat ra dalam proses tarbiyah di masa-masa awal Islam. Dan memang sebuah upaya untuk menegakkan Islam harus tetap berpegang pada asholah (keaslian) da'wah dengan mencontoh dan meneruskan segala sesuatu yang telah diwasiatkan Rasulullah Muhammad saw melalui Al Qur'an dan Al Hadits mulia, termasuk tarbiyah.

Tarbiyah sendiri ternyata tetap relevan dengan kondisi di masa sekarang, karena selain merupakan kebutuhan fitrah manusia, tarbiyah juga merupakan jalan terbaik untuk membentuk generasi muslim ideal yaitu generasi Rabbani yang berakhlak karimah, dengan pemahaman keislaman yang sempurna. Urgensi tarbiyah semakin terasa ketika ummat tengah dilanda kerusakan di berbagai belahan dunia
Ada setidaknya 4 (empat) bentuk kerusakan yang tengah menggerogoti ummat di masa sekarang ini :
Pertama, semakin cintanya manusia kepada dunia. Hal ini terlihat begitu transparan di hadapan kita. Manusia sekarang ini lebih mencintai dunianya tanpa mempedulilkan akhirat. Harta, pangkat, jabatan, keluarga, dan hal-hal lain yang pada hakikatnya bersifat sementara dan merupakan ujian dari Allah, ternyata membuat manusia silau terhadap dunia. Sehingga buah dari kecintaan yang bertentangan dengan fitrah itu adalah ketakutan dalam hati manusia akan kematian.

Kerusakan kedua adalah maraknya kejahiliyahan-kejahiliyahan moderen dalam tubuh ummat. Kesesatan yang terjadi pada masa dahulu kini terulang kembali dalam bungkus yang berbeda, bahkan tidak jarang lebih jahil dari masa jahiliyah. Perjudian, pelacuran, dan homoseksual hanyalah noda-noda kecil di antara lingkaran setan yang sangat besar dalam kejahiliyahan moderen.

Ketiga adalah adanya perang pemikiran (ghozwul fikri)

yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam. Bagi musuh-musuh Islam laknatullah, menjauhkan setiap muslim dari Islam adalah lebih mudah dan lebih murah daripada harus perang berhadapan dengan muslim. Maka diupayakanlah bagaimana agar ummat Islam pada akhirnya tanpa sadar telah menginjak-injak agamanya sendiri. Sebagai contoh adalah upaya propaganda barat mengenai jihad sebagai bentuk kekerasan (terorisme) . Sehingga pada saat ini tidak sedikit ummat Islam yang takut dengan perkataan jihad.

Kerusakan berikutnya yang tengah melanda ummat adalah hadirnya thagut (Tuhan) baru. Thagut yang dimaksud di sini adalah penguasa zhalim yang nyata-nyata memusuhi Islam dan da'wah. Hadirnya penguasa-penguasa zhalim itu menyebabkan tergusurnya Islam dan nilai-nilai Islam dari sebagian tempat di bumi Allah ini.
Tumbuh suburnya ke-empat hal di atas pada akhirnya akan membuahkan pemahaman yang salah (khotho') terhadap Islam. Dan di sinilah tarbiyah memegang peranan penting, yaitu dalam rangka memberikan pemahaman yang syamil (sempurna) terhadap Islam. Sehingga dengan pemahaman yang menyeluruh (kaffah) dan sempurna yang hadir dalam setiap diri muslim melalui aktivitas tarbiyah, kerinduan akan kembalinya kejayaan Islam seperti di masa Rasulullah Muhammad saw akan segera terwujud

0 komentar:

Poskan Komentar