d'554 generation

the next generation moslem in the world

pengaruh kebiasaan tidak sarapan pagi dalam konteks sebagai budaya terhadap potensi terkena Hypoglycemia dalam tubuh


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Setiap masyarakat manusia selama masih hidup pasti mengalami perubahan-perubahan. Prubahan ada yang pengaruhnya cepat dan ada juga yang pengaruhnya lambat, pengaruh yang ditimbulkan dapat mencakup beberapa aspek seperti cara hidup, norma, adat, kesehatan dan lain sebagainya. Seseorang yang tidak sempat menelaah susunan dan kehidupan masyarakat desa di Indonesia misalnya, akan berpendapat bahwa masyarakat tersebut statis, tidak maju, dan tidak berubah. Pernyataan demikian didasarkan pada pandangan sepintas yang tentu saja kurang mendalam dan kurang teliti. Karena tidak ada masyarakat yang berhenti pada suatu titik tertentu sepanjang masa. Orang-orang desa sudah mengenal perdagangan, alat-alat transport modern, bahkan dapat mengikuti beita-berita mengenai daerah lain melalui radio, teevisi dan sebagainya yang belum dikenal sebelumnya.
Perubahan-perubahan masyarakat yang mencakup cara hidup, norma, adat, nilai-nilai social, pola perilaku, susunan lembaga kemasyarakatan,interaksi social, kesehatan dan lain sebagainya. Dari beberapa aspek yang tercakup dalam perubahan-perubahan masyarakat diatas, aspek kesehatan sebenarnya juga harus sangat diperhatikan karena adanya perubahan kebudayaan atau dalam lingkup sempit masyarakat maka manusia dan makhluk lainnya yang beriterakasi dalam masyarakat tersebut akan rentan terhadap segala penyakit, salah satunya sebagai dampak adanya dinamika kebudayaan tersebut.
Seperti kita ikuti bersama, akhir-akhir ini diskusi tentang global change yang berpengaruh banyak terhadap dinamika kebudayaan telah banyak diangkat. Berbagai perubahan sosial, ekonomi, budaya, teknologi dan politik mengharuskan jalinan hubungan di antara masyarakat manusia di seluruh dunia. Ditengah riuh rendah globalisasi inilah muncul wacana Dampak Perubahan Sosial dan Budaya. Dampak dari perubahan sosial dan budaya sendiri diartikan sebagai perubahan dalam skala besar pada sistem bio-fisik dan ekologi yang disebabkan aktifitas manusia. Aktifitas manusia inilah yang yang salah  satunya disebut sebagai kebiasaan, kita ketahui bersama bahwa budaya itu timbul akibat dari suatu kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara sering dan berulang-ulang oleh suatu individu di dalam suatu masyarakat.
Salah satu bentuk kebiasaan yang bisa dikatakan seebagai budaya adalah seringnya masyarakat untuk tidak pernah sarapan pagi. Sebenarnya dengan kita melakukan sarapan pagi itu mampu menyokong supply energi untuk pemenuhan aktifitas harian kita. Namun pada kenyataannya banyak masyarakat indonesia mengabaikan hal ini, dan justru malah beranggapan bahwa sarapan hanya merupakan rutinitas yang bisa di nomor tiga bahkan empat..
Hal inilah yang mendasari penulis untuk mengambil judul Pengaruh Kebiasaan Tidak Sarapan Pagi Dalam Kaitannya Sebagai Budaya Dengan Potensi Terkena Hypoglycemia Dalam Tubuh, dengan maksud untuk mengetahui dan menggali korelasi antara kedua variabel tersebut.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas bahwa kebiasaan yang dilaksanakan secara terus menerus akan menjadi suatu budaya, dengan kata lain bahwa kebiasaan untuk tidak sarapan pagi menjadi suatu budaya maka rumusan masalahnya adalah seberapa berpengaruhnya Kebiasaan Tidak Sarapan Pagi Dalam Kaitannya Sebagai Budaya Dengan Potensi Terkena Hypoglycemia Dalam Tubuh.
1.3 Tujuan Penulisan
        Adapun tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk:
1.      Mengetahui seberapa berpengaruh antara Kebiasaan Tidak Sarapan Pagi Dalam Kaitannya Sebagai Budaya Dengan Potensi Terkena Hypoglycemia Dalam Tubuh.
2.      Mengetahui korelasi Kebiasaan Tidak Sarapan Pagi Dalam Kaitannya Sebagai Budaya Dengan Potensi Terkena Hypoglycemia Dalam Tubuh .

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN

2.1  Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta budhayah yang merupakan bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal.

Adapun istilah culture yang merupakan bahasa asing yang memiliki arti sama dengan kebudayaan, berasal dari kata latin colere. Artinya mengolah atau mengerjaka, yaitu mengolah tanah atau bertani. Dan asal arti tersebut yaitu colere kemudian culture, diartikan sebagai segala daya kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

Seorang Antropolog lain, yaitu E.B Taylor (1871) pernah mencoba memberikan definisi mengenai kebudayaan, kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adat istiadat dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan kata lain , kebudayaan mencakup kesemuannya yang didapatkaan atau dipelajari oleh manusia sebagai  anggota masyarakat yang telah menjadi suatu kebiasaan. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari perilaku normative. Artinya, mencakup segala car-cara atau pola  berpikir, merasakan dan bertindak.

Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsure-unsur besar maupun kecil yan merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai satu kesatuan.

Antropolog . kulckhohn di dalam sebuah karyanya yang berjudul  Universal Categories Culture telah menguraikan  pendapat unsure-unsur kebudayaan sebelumnya dari kesemuannya disimpulkan bahwa unsure kebudayaan itu menunjuk pada adanya tujuh unsure kebudayaan yang dianggap sebagai cultural universals, yaitu:
a.       Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
b.      Mata pencarian hidup dan system ekonomi
c.       System kemasyarakatan
d.      Bahasa
e.       Kesenian
f.       System pengetahuan
g.      Religi ( system kepercaaan)

2.2  Sarapan Pagi dan Ketahanan Tubuh
Seperti halnya aktivitas makan di waktu yang lain baik makan siang maupun makan malam, sarapan di pagi hari tidak boleh kita lewatkan begitu saja. Karena dengan diawali sarapan pagi, kita dapat mempersiapkan stamina tubuh/Kesehatan Tubuh kita hingga dapat beraktivitas secara optimal sampai menjelang siang hari. Sarapan pagi diperlukan untuk membekali tubuh kita dalam memberikan asupan zat gizi baik dari sumber karbohidrat serta Mencegah Penyakit. protein, lemak, vitamin maupun mineral. Untuk itu perlu diperhatikan mengenai bagaimana susunan sarapan pagi yang baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam ritual sarapan pagi adalah :
a. Secara Kuantitas
Jumlah sarapan yang cukup dan seimbang zat gizinya dapat memenuhi kebutuhan tubuh selama 4 – 6 jam sebelum makan siang tiba. Jika tidak tubuh akan memperoleh energi dengan memecah/menguras cadangan gula yang tersimpan dalam hati hingga akhirnya kita akan merasa lelah/capek serta lemas karena tidak ada makanan yang masuk untuk membakar cadangan gula tersebut. Jadi sarapan dengan jumlah nutrisi yang tepat bukan makan dengan porsi yang banyak asal kenyang tetapi kandungan nutrisi di dalamnya kurang memenuhi kebutuhan tubuh/Kesehatan Tubuh.
b. Secara Kualitas
dalam setiap aktivitas makan kita harus memenuhi syarat makanan dan juga harus seimbang. Hal ini karena tiap jenis zat gizi tersebut mempunyai waktu metabolisme yang berbeda-beda. Pemecahan/pembakaran karbohidrat akan berlangsung terlebih dahulu sampai 4 jam pertama, kemudian baru protein dan terakhir adalah lemak. Sedang vitamin dan mineral akan membantu proses metabolisme tersebut. Jadi sarapan harus merupakan kombinasi yang baik diantara zat gizi yang ada di dalam makanan.

Pada saat bangun pagi, tubuh masih menyimpan cadangan kecil gula darah (glukosa darah) dan apabila ada asupan yang masuk ke dalam tubuh, maka tubuh akan bereaksi untuk memecah asupan yang ada tersebut menjadi zat gizi (gula darah) untuk memenuhi kecukupan kalori pada aktifitas pagi hari sampai menjelang makan siang.

Dengan adanya reaksi tubuh untuk mencerna makanan, maka tubuh akan tetap bermetabolisme dengan teratur. Apabila tidak ada asupan, tubuh akan mengambil cadangan gula pada hati sehingga menyebabkan hypoglycemia (produksi insulin yang berlebihan pada saat gula darah pada level yang rendah). Tidak adanya asupan juga menyebabkan metabolisme tubuh menjadi tidak teratur. Dengan sarapan pagi, gula darah dan kandungan insulin dapat terkontrol sehingga menyebabkan hormon tubuh terkontrol dengan baik serta Mencegah berbagai macam penyakit.

2.3 Hypoglycemia
Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah (glukosa) secara abnormal rendah dengan kata lain adanya penurunan kadar glukosa dalam darah  (batas normal adalah 3,0-5,0 mmol per liter). Hypoglycemia, juga disebut glukosa darah rendah atau gula darah rendah, terjadi ketika glukosa darah turun di bawah level normal. Glukosa, yang penting sumber energi bagi tubuh, berasal dari makanan. Karbohidrat adalah sumber makanan utama glukosa. Nasi, kentang, roti, tortilla, sereal, susu, buah, dan permen adalah makanan yang kaya karbohidrat.

Setelah makan, glukosa diserap ke dalam aliran darah dan dibawa ke sel-sel tubuh. Insulin, suatu hormon yang dibuat oleh pankreas, membantu sel menggunakan glukosa untuk
menghasilkan energi. Jika seseorang mengambil lebih banyak glukosa daripada kebutuhan tubuh pada saat itu,sedang glukosa dalam sari makanan dalam tubuh habis maka seseorang tersebut akan mengambil glukosa pada bagian tubuh yang lain. Bagian tubuh yang lain menyimpan ekstra glukosa dalam hati dan otot dalam bentuk lain yang disebut glikogen. Tubuh dapat menggunakan glikogen sebagai energi cadangan yang diperoleh dari proses pencernaan dalam tubuh. Tambahan glukosa  juga dapat berubah menjadi lemak dan disimpan dalam sel-sel lemak. Lemak juga dapat digunakan sebagai cadangan energi.

Ketika glukosa
dalam darah mulai menurun, glukagon hormon lain yang dibuat oleh pankreas memberi sinyal ke hati untuk memecah glikogen dan melepaskan glukosa ke dalam aliran darah. Ketika sampai pada titik dimana glikogen yang ada pada hati habis maka hati akan memecah sesuatu yang harusnya tidak dipecah sehingga funsi hati mulai menurun dan bahkan mulai abnormal. Hal seperti ini dapat memicu kerusakan hati karena sistem kerja hati kita terbatas untuk melakukan hal-hal tersebut.

Hipoglikemia
selain disebabkan tidak sarapan pagi juga dapat terjadi scara tiba-tiba. Hal ini biasanya ringan dan dapat ditangani dengan cepat dan mudah, yakni  dengan diberi makan atau minum sedikit makanan yang kaya akan glukosa.

 Jika tidak diobati, hipoglikemia yang terjadi tiba-tiba, ataupun hypoglycemia yang terjadi karena kadar gula dalam darah menurun akbat tidak sarapan pagi dapat memburuk dan menyebabkan kebingungan, kecanggungan, atau pingsan. Hipoglikemia yang akut atau parah dapat menyebabkan kejang, koma, dan bahkan kematian pada penderitanya.

2.4  Manfaat Sarapan Pagi
Mungkin tak banyak orang menyadari, bahwa sebenarnya sarapan adalah salah satu rahasia untuk menjaga kesehatan. Tak peduli seberapa sibuknya Anda, penting untuk mengisi bahan bakar untuk tubuh Anda sehingga energi Anda terpenuhi sepanjang hari. Sarapan memberi modal energi pada Anda untuk beraktivitas sepanjang hari. Sebenarnya, selain memberi energi pada tubuh, sarapan juga memiliki manfaat lain yang tak kalah pentingnya diantaranya adalah:
1.      Memberi Kekuatan Metabolisme Setelah Sepanjang Malam
 Sarapan dipertimbangkan sebagai waktu makan yang penting karena mengganti waktu malam yang tak terisi makanan serta menambah kebutuhan gula. Gula adalah sumber energi yang diserap dari karbohidrat yang Anda makan. Di pagi hari, setelah tidak mengkonsumsi makanan selama 12 jam, zat gula dalam tubuh akan menurun ke tingkat yang paling rendah.
2.      Berguna Untuk Penurunan Berat Badan
Selama tidur 12 jam tubuh puasa sepanjang malam, dan di pagi hari adalah tahap pertama kita merasa lapar. Melewatkan sarapan membuat tubuh kita tetap 'dalam kelaparan,' sedang mengkonsumsi makanan yang bagus akan memberi peningkatan metabolisme.. Sarapan makanan sehat akan meningkatkan kemampuan pembakaran lemak dalam tubuh Kita. Lebih jauh, sarapan dapat meningkatkan tingkat energi Anda sebagaimana metabolisme sepanjang hari.
3.      Menambah Esensial Nutrisi Dan Tingkat Keseluruhan Energi
Sarapan menyediakan proporsi significan asupan total nutrisi untuk sepanjang hari, dan menawarkan kesempatan untuk mengkonsumsi makanan yang penuh nutrisi seperti zat besi, vitamin dan serat. Esensial vitamin, mineral dan nutrisi lainnya hanya dapat diperoleh dari makanan.
4.      Memberi Otak Anda Bahan Bakar Untuk Meningkatkan Konsentrasi Sarapan memperbaiki kemampuan kita dalam berpikir dan menjaga kita tetap berada dalam penampilan mental terbaik. Sarapan menyediakan bahan bakar bagi otak  untuk meningkatkan kemampuan dalam pemecahan masalah dan ingatan.
5.      Menghindari Makan Tak Terkontrol
Sarapan dengan baik akan menjaga kita dari rasa lapar berlebih, dimana ini dapat mencegah kita makan berlebihan di siang harinya. Makanan yang dikonsumsi saat sarapan mampu menahan lemak dan kalori tinggi dari makanan sepanjang hari. Saat kita meninggalkan sarapan, kita akan cenderung mengalihkan rasa lapar dengan ngemil atau makan camilan sepanjang pagi hingga menjelang makan siang. Dan hal ini akan mendorong kita mencari pelarian lain pada kopi, atau minuman yang mampu meningkatkan energi.

2.5  Pembahasan
Mengenai Kebudayaan seorang antropolog E.B Taylor (1871) pernah mencoba memberikan definisi mengenai kebudayaan, menurutnya kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan kata lain , kebudayaan mencakup kesemuannya yang didapatkaan atau dipelajari oleh manusia sebagai  anggota masyarakat yang telah menjadi suatu kebiasaan dalam masyarakat itu sendiri.

Sarapan pagi merupakan suatu kebiasaan atau rutinitas yang dilakukan oleh banyak masyarakat indonesia, tetapi banyak pula yang mengabaikan aktifitas ini sehingga aktifitas untuk tidak sarapan pagi sudah membudaya dalam hal buruk dalam masyarakat kita tercinta ini.

Seperti halnya aktivitas makan di waktu yang lain baik makan siang maupun makan malam, sarapan di pagi hari tidak boleh kita lewatkan begitu saja. Karena dengan diawali sarapan pagi, kita dapat mempersiapkan stamina tubuh/Kesehatan Tubuh kita hingga dapat beraktivitas secara optimal sampai menjelang siang hari.

Dengan adanya reaksi tubuh untuk mencerna makanan, maka tubuh akan tetap bermetabolisme dengan teratur. Apabila tidak ada asupan, tubuh akan mengambil cadangan gula pada hati sehingga menyebabkan hypoglycemia (produksi insulin yang berlebihan pada saat gula darah pada level yang rendah). Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah (glukosa) secara abnormal rendah dengan kata lain adanya penurunan kadar glukosa dalam darah  (batas normal adalah 3,0-5,0 mmol per liter).

Ketika glukosa dalam darah mulai menurun, glukagon hormon lain yang dibuat oleh pankreas memberi sinyal ke hati untuk memecah glikogen dan melepaskan glukosa ke dalam aliran darah. Ketika sampai pada titik dimana glikogen yang ada pada hati habis maka hati akan memecah sesuatu yang harusnya tidak dipecah sehingga funsi hati mulai menurun dan bahkan mulai abnormal. Hal seperti ini dapat memicu kerusakan hati karena sistem kerja hati kita terbatas untuk melakukan hal-hal tersebut.

Hypoglicemia sangat berdampak buruk bagi kesehatan diantaranya yakni, dapat menyebabkan kebingungan, kecanggungan, atau pingsan. Hipoglikemia yang akut atau parah dapat menyebabkan kejang, koma, dan bahkan kematian pada penderitanya.


BAB III
PENUTUP

1.1  Kesimpulan
Dari pemaparan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang dapat menjadi suatu budaya bagi sebagian komunitas masyarakat  yang ada. Budaya yang muncul akibat kebiasaan yang dilakukan secara berulang justru banyak yang bercondong kepada hal yang negatif sebagai contoh yakni kebiasaan untuk tidak sarapan pagi.

Dengan kita tidak sarapan pagi kita bisa berisiko terkena banyak penyakit salah satunya adalah Hypoglycemia yang dapat menyebabkan kita berada pada kondisi kematian. Dengan adanya hal tersebut sekarang kita tahu betapa pentingnya sarapan pagi, selain membuat kita semakin nyaman melakukan rutinitas banyak manfaat yang bisa timbul dari sarapan pagi misalnya:
1.       Memberi Kekuatan Metabolisme Setelah Sepanjang Malam
2.      Berguna Untuk Penurunan Berat Badan
3.      Menambah Esensial Nutrisi Dan Tingkat Keseluruhan Energi
4.      Memberi Otak Anda Bahan Bakar Untuk Meningkatkan Konsentrasi
5.      Menghindari Makan Tak Terkontrol.

4.2 Saran
Sebagai penerus bangsa,kita harus bersikap kritis dan teliti terhadap hal-hal yang  kita lakukan baik hal yang telah menjadi kebiasaan maupun hal-hal yang baru kita terima. Kita harus bisa memfilter apakah hal yang kita lakukan ini  bisa membawa dampak baik atau buruk bagi kita. Dampak burk yang timbul tidak hanya dalam aspek kesehatan namun pada aspek yang lain juga.oleh karena itu bersikap kritis dan teliti adalah perlu bagi kita semua untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan.








0 komentar:

Poskan Komentar