d'554 generation

the next generation moslem in the world

kepribadian dan gerak Kebudayaan

KEPRIBADIAN & GERAK KEBUDAYAAN

A.                Kepribadian
Kepribadian adalah cermin dari perilaku manusia. Sehingga, perilaku manusia dapat dibedakan dengan kepribadiannya, karena kepribadian merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri seorang individu. Sebagaimana dikatakan Theodore M. Newcomb, kepribadian merupakan organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar-belakang terhadap perilaku. Namun sebenarnya, kepribadian adalah organisasi faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang  mendasari perilaku individu. Kepribadian mencakup kebiasaan-kebiasaan, sikap dan lain-lain sifat yang khas yang dimiliki seseorang dan akan berkembang apabila orang tadi berhubungan dengan orang lain.
Dengan pola tingkah laku dalam arti yang sangat khusus yang ditentukan oleh nalurinya, dorongan-dorongan dan refleksnya.
Jadi “Kepribadian” dalam konteks yang lebih mendalam adalah “susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seorang individu”.

Ada beberapa unsur-unsur dari kepribadian. Diantaranya adalah sebagai berikut :
v  Pengetahuan
Pengetahuan merupakan suatu unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa orang yang sadar. Dalam alam sekitar manusia terdapat berbagai hal yang diterimanya melalui panca inderanya  yang masuk kedalam berbagi sel di bagian-bagian tertentu dari otaknya. Ddan didalam otak tersebutlah semuanya diproses menjadi susunan yang dipancarkan oleh individu kealam sekitar. Dan dalam Antropologi dikenal sebagai “persepsi” yaitu; “seluruh proses akal manusia yang sadar”.
Ada kalanya suatu persepsi yang diproyeksikan kembali menjadi suatu penggambaran berfokus tentang lingkungan yang mengandung bagian-bagian. Penggambaran yang terfokus secara lebih intensif yang terjadi karena pemustan secara lebih intensif di dalam pandangan psikologi biasanya disebut dengan “Pengamatan”.
Penggambaran tentang lingkungan dengan fokus pada bagian-bagian yang paling menarik perhatianya seringkali diolah oleh sutu proses dalam aklanya yang menghubungkannya dengan berbagai penggambaran lain yang sejenisnya yang sebelumnya pernah diterima dan diproyeksikan oleh akalnya, dan kemudian muncul kembali sebagai kenangan.
Dan penggambaran yang baru dengan pengertian baru dalam istilah psikologi disebut “Apersepsi”.
v  Perasaan
 “Perasaan”, disamping segala macam pengetahuan agaknya juga mengisi alam kesadaran manusia setiap saat dalam hidupnya. “Perasaan” adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengetahuannya dinilai sebagai keadan yang positif atau negative.

v  Dorongan Naluri 
Kesadaran manusia mengandung berbagai perasaan dan berbagaai perasaan lain yang tidak ditimbulkan karena diperanguhi oleh pengeathuannya, tetapi karena memang sudah terkandung di dalam organismenya, khususnya dalam gennya, sebagai naluri. Dan kemauan yang sudah meruapakan naluri disebut “Dorongan”.
Ada perbedaan paham mengenai jenis dan jumlah dorongan naluri yang terkandung dalam naluri manusia yaitu ;
  1. Dorongan untuk mempertahankan hidup.
  2. Dorongan seks.
  3. Dorongan untuk berupaya mencari makan.
  4. Dorongan untuk bergaul atau berinteraksi dengan sesame manusia
  5. Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya.
  6. Dorongan untuk berbakti.
  7. Dorongan untuk keindahan..
Dalam sebuah konsep kepribadian umum,makin dipertajam dengan terciptanya konsep basic personality structure, atau “kepribadian dasar”, yaitu semua semua unsur kepribadian yang dimiliki sebagian besar warga suatu masyarakat.
Kepribadian dasar ada karena semua individu warga masyarakat mengalami pengaruh lingkungan kebudayaan yang sama selama pertumbuhan mereka. Metodologi untuk mengumpulkan data mengenai kepribadian bangsa dapat dilakukan dengan mengumpulkan sample dari warga masyarakat yang menjadi objek penelitian, yang kemudian diteliti kepribadiannya dengan tes Psikologi.
Selain ciri watak umum, seorang Individu memilki ciri-ciri wataknya sendiri, sementara ada individu-individu dalam sample yang tidak meliki unsur-unsur kepribadian umum. Pendekatan dalam penelitian kepribadian suatu kebudaya juga dilaksanakan dengan metode lain yang didasarkan pada ciri-ciri dan unsur watak seorang individu dewasa.
Pembentukan watak dan jiwa individu banyak dipengaruhi oleh pengalamannya di masa kanak-kanak serta pola pengasuhan orang tua.
Berdasarkan konsepsi Psikologi tersebut, para ahli Antropologi berpendirian bahwa dengan mempelajari adat-istiadat pengasuhan anak yang khas akan dapat mengetahui adanya berbagai unsur kepribadian pada sebagian besar warga yang merupakan akibat dari pengalaman-pengalaman mereka sejak masa kanak-kanak.
Penelitian mengenai etos kebudayaan dan kepribadian bangsa yang pertama-tama dilakukan oleh tokoh Antroplogi R. Benedict, R. Linton, dan M. Mead. Sehingga menjadi bagian khusus dalam antropologi yang dinamakan personality and culture.


  1. Gerak kebudayaan

Tak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan punya dinamika atau gerak. Gerak kebudayaan atau dinamika kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup didalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan. Gerak manusia terjadi oleh sebab adanya hubungan dengan manusia lain. Artinya, karena terjadinya hubungan antar kelompok manusia dalam masyarakat.
Dinamika masyarakat dan kebudayaan itu tidak akan terlepas dengan sebuah perubahan, karena apabila manusia saling berhubungan dan terjadi gerak maka tentunya akan terjadi perubahan, baik perubahan masyarakat maupun perubahan kebudayaan.
Kingsley Davis dalm Soekanto berpendapat bahwa perubahan social merupakan bagian dari perubhan kebudayaan. Perubahan dalam kebudayaan : ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, dsb, bahkan perubahan dalam bentuk serta aturan organisasi social.
Contoh, dikemukakannya perubahan pada logat bahasa Aria setelah berpisah dari induknya, akan tetpi perubahan itu tidak mempengaruhi organisasi social masyarkat.
Perubahan tersebut lebih dikarenakan perubahan kebudayaan ketimbang perubahan social.
Tidak mudah untuk menentukan letak garis pemisah antara perubahan social dan perubahan kebudayaan. Karena tidak ada masyarakat yang tidak memiliki kebudayaan, dan sebaliknya tidak mungkin ada kebudayaan yang tidak terjelma dalam masyarakat.
Ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan mengenai masalah gerak kebudayaan, antara lain yaitu :

§  Evolusi Masyarakat  Dan Kebudayaan

Evolusi adalah perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama dan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana dan kehendak tertentu. Perubahan terjadi karena upaya masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan dan kondisi baru yang timbul seiring pertumbuhan dalam masyarakat itu sendiri.
Macamnya evolusi :
·         Unilinear theories of evolution.
Manusia dan masyarakat (termasuk kebudayaan) mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan-tahapan tertentu, bermula dari bentuk yang sederhana hingga yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna.
Variasi dari teori ini Cyclical Theorist yg berpendapat bahwa masarakat dan kebudayaan mempunyai tahap perkembangan yang merupakan lingkaran, dimana suatu tahap tertentu dapat dilalui berulang-ulang.
·         Universal theorist of  evolution.
Perkembangan masyarakat tidaklah perlu melalui tahapan tertentu yang tetap. Kebudayaan manusia telah mengikuti garis evolusi tertentu, teori ini dikemukakan oeh Herbert Spencer yang mengatakan masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen ke kelompok yang heterogen, bik sifat maupun susunannya.
·         Multilined theories of evolution.
Penelitian terhadap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat, misalnya mengadakan penelitian perihal pengaruh perubahan system pencaharian dari system berburu ke pertanian, terhadap system kekeluargaan dalam masyarakat yagn bersangkutan.

§  Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses saling mempengaruhi antara kebudayaan yang saling berinteraksi. Kebudayaan yang satu dipengaruhi oleh kebudayaan yang lain. Contohnya dapat kita lihat pada cara bicara masyarakat Cirebon Jawa. Masyarakat Cirebon jawa berbahasa sunda akan tetapi bahasa mereka terpengaruh oleh unsure bahasa jawa dan sebaliknya. Akulturasi terjadi bila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapakn pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unxur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.

§  Asimilasi
Asimilasi merupakan proses social dalam taraf lanjut. Proses ini ditandai dengan adanya usaha mengurangi perbedaan yang terdapat antar orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan bersama.

§  Faktor-Faktor yang menyebabkan perubahan social dan kebudayaan
Untuk mempelajari perubahan masyarakat, perlu diketahui sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya perubahan tersebut.
Sebab-sebab yang bersunber dalam masyarakat :
·         Bertambahnya atau berkurangnya penduduk
·         Adanya penemuan-penemuan baru
·         Pertentangan / konflik masyarakat
·         Terjadinya pemberontakan atau revolusi

Sebab-sebab yang berasal dari luar :
·         Bencana alam
·         Peperangan
·         Pengaruh kebudayaan lain

§  Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya perubahan
Didalam masyarakat dimana terjadi suatu proses perubahan, terdapat factor-faktor yang mendorong jalannya perubahan yang terjadi. Factor tersebut adalah :
·         Ditusi, yaitu proses penyebaran unsure-unsur kebudayaan dari suatu individu kepada individu lain, dari suatu masyarakat kemasyarakat lain
·         System pendidikan formal yang maju
·         Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
·         Toleransi
·         System terbuka lapisan masyarakat
·         Penduduk yang heterogen
·         Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
·         Orientasi kemasa depan
·         Nilai bahwa manusia harus berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya.
     

  1. KESIMPULAN
Dari penjabaran para ahli bisa diambil kesimpulan bahwa, kepribadian manusia itu terbentuk dari proses pembelajaran ataupun yang memang ada sejak lahir atau berupa naluri dan dorongan yang bersifat alami.
Dan kadang-kadang pembentukan pribadi seseorang ada juga yang berdasarkan pengalaman dimasa kanak-kanak, yang mana adanya pola pengasuhan oleh orang tua serta naluri alami yang memang memberikan respon ketika mengalami dan mempelajari sesuatu.
Sebagaimana unsur-unsur pengetahuan yang terdapat dalam pembentukan kepribadian manusia, yang dihimpun menjadi satu, juag tidak berasal dari naluri saja, tetapi juga pembelajaran. Karena dalam alam bawah sadar manusia berbagai pengetahuan larut dan terpecah-pecah menjadi bagian-bagian yang seringkali tercampur aduk tidak teratur.
            Dalam proses pembelajaran membentuk kepribadian itu, kebudayaan turut beperan, karena ketika seseorang berhubungan dengan orang lain maka factor kebudayaan tidak akan lepas dari proses komunikasi tersebut. Oleh karenanya, manusia sebagai salah satu unsur kebudayaan menjadi peyokong dari dinamika kebudayaan itu sendiri, mengingat manusia adalah unsure dinamis yang selalu berubah dan menyukai perubahan.


      Pengertian:
      Dinamika Kelompok  merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami.
fungsi dinamika kelompok:
     Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup.
     Memudahkan segala pekerjaan.
     Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efesian.
     Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat
  Pentingnya Dinamika Kelompok Dalam Keperawatan
      Profesi Keperawatan merupakan bagian dari profesi kesehatan yang anggotanya terdiri atas perawat dalam satu ikatan profesi yang memiliki tujuan dan kepentingan yang sama dalam bidang keperawatan
      Profesi keperawatan terbentuk dari adanya suatu kelompok-kelompok perawat  yang memiliki tradisi, norma, prosedur dan aktivitas yang sama.
      Setiap anggota saling tergantung satu dengan yang lain karena saling membutuhkan bantuan



1 komentar:

Bang nama ente siapa mau gw masukin daftar pustaka... dan juga kapan artikel ini diterbitkan .... ZZzzzzZZ susah banget sih nyantolin nama doang

 

Poskan Komentar