d'554 generation

the next generation moslem in the world

try to identification


Mencoba Mendeskripsikan Diri

Mendiskripsikan diri atau dengan kata lain mengevaluasi diri itu merupakan hal yang tidak mudah,ada suatu tekanan tersendiri yang kita hadapi . posisi sebagai penilai atau yang dinilai adalah posisi yang sama-sama sulit, namun bagi saya posisi yang paling saya sukai dalam konteks evaluasi diri adalah posisi mendapat kritikan atau respon mengenai hal yang dianggap jelek atau negatifoleh orang-orang sekitar .

Teman-teman  banyak membantu menyadarkan saya akan kekurangan saya, :
  1. Cerewet
  2. Celean ( mungkin ya banyak becanda )
  3. Panikan
  4. Kurang perhatian sama kesehatan
  5. Gugupan
  6. Terlalu mudah ngalah
Tapi ada juga teman-teman  yang kadang berkata bahwa saya ini orangnya bijak bisa jadi penengah, smart, kreatif, berjiwa pemimpin, low profile,
tanggung jawab dan bahkan ada yang bilang saya ini gokil, dan itu yang terkadang membuat saya semakin harus lebih keras untuk memacu apa yang orang lain katakan pada saya untuk semaki lebih baik.

Terkadang pada saat-saat tertentu saya sering memikirkan diri saya ini, pejuang keras itu karakter saya, selalu bersungguh-sungguh untuk apa yang telah saya niati terlebih ketika saya berani mengambil keputusan-keputusan ya bisa dibilang ekstreme, berfikir menggunakan instinct dan logika, punya jiwa pemimpin, supel, peduli, care, tekun, bertanggung jawab semaximal mungkin pada apa yang telah diamanahkan. 

Entah dibilang riya atau tidak yang pasti saya selalu berusaha untuk Lillahita’ala dengan apa yang saya lakukan dan saya punya (insya Allah, Amin).

Cerewet dan banyak omong adalah satu sifat saya yang ingin saya rubah, karena hal ini yang membuat saya kekanak-kanakan dan kurang  terlihat berwibawa, karena tidak ada seorang perawat yang celelean yang ada malah memperburuk profesi perawat dimata masyarakat. Saya terkadang sangat sulit untuk menilai diri saya sendiri dari segi negatif, menurut saya, menilai diri sendiri dalam segi negatif seperti kita yang sedang bercermin jadi hanya terlihat bagian depan dan hanya sedikit yang terlihat dari bagian belakang diri kita, untuk itu saya sangat bangga dengan apa yang teman-teman sering sarankan kepada saya dalam hal negatif yang bertujuan untuk perubahan diri saya. Jadi apa yang dikatakan teman-temamku tentang keburkanku mungkin itu benar karena mereka jika kita analogikan mampu untuk melihat bagian belakang diri kita ketika bercermin.

Mengenai hambatan untuk merubah semua kekurangan saya baik yang disamapaikan oleh teman-temanku maupun yang jelas saya sadari, mungkin ada pada sifat saya yang sering bercanda, jadi harapan saya kritkan dari teman-teman  itu yang membantu mengawali perubahan saya pada apa yang saya inginkan yakni menjadi teadan bagi keluarga saya.

0 komentar:

Poskan Komentar