d'554 generation

the next generation moslem in the world

Strategi Pembelajaran dengan metode kelompok


STRATEGI PEMBELAJARAN METODE DINAMIKA KELOMPOK
A.      Pengertian Dinamika Kelompok
Dinamika kelompok berasal dari kata dinamika dan kelompok. Dinamika berarti interaksi atau interdependensi antara kelompok satu dengan yang lain, sedangkan Kelompok adalah kumpulan individu yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama.
Maka Dinamika Kelompok  merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami.
B.       Fungsi Dinamika Kelompok
Dinamika kelompok merupakan kebutuhan bagi setiap individu yang hidup dalam sebuah kelompok. Fungsi dari dinamika kelompok itu antara lain:
1.    Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup.
(Bagaimanapun manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.)
2.    Memudahkan segala pekerjaan.
(Banyak pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan tanpa bantuan orang lain)
3.    Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efesian.
(pekerjaan besar dibagi-bagi sesuai bagian kelompoknya masing-masing / sesuai keahlian)
4.    Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat
(setiap individu bisa memberikan masukan dan berinteraksi dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat)
C.      Ciri ciri dinamika kelompok
    * Interaksi : saling mempengaruhi ( mutual influence ) secara fisik maupun verbal, non         verbal, emosional dsb
    * Goal : personal goal dan commons goal
    * Struktur : pembagian tugas, pembagian peranan
    * Norm : Social norm dan legalistik norm
    * Groupness : in group feeling, toleransi, solidaritas, konformitas, obediance
    * Entitas
    * Ethos, spirit de corp
D.      Pembentukan Kelompok
Pembentukan kelompok dapat diawali dengan adanya persepsi, perasaan atau motivasi, dan tujuan yang sama dalam memanuhi kebutuhannya. Seperti yang terlihat dalam bagan berikut ini:








                                                                    Gambar .1
Proses Terjadinya Kelompok
(sumber: Solita cit Hidayat,  2004)

Penjelasan dari bagan diatas:
 Pembentukan kelompok diawali dengan
adanya perasaan atau persepsi yang sama dalam memenuhi kebutuhan. Setelah itu akan timbul motivasi untuk memenuhinya, sehingga ditentukanlah tujuan yang sama dan akhirnya interaksi yang terjadi akan  membentuk sebuah kelompok.
Pembentukan kelompok dilakukan dengan menentukan kedudukan masing-masing anggota (siapa yang menjadi ketua atau anggota). Interaksi yang terjadi suatu saat akan memunculkan perbedaan antara individu satu dengan lainnya sehingga timbul perpecahan (konflik).  Perpecahan yang terjadi bisanya bersifat sementara karena kesadaran arti pentingnya kelompok tersebut, sehingga anggota kelompok berusaha menyesuaikan diri demi kepentingan bersama. Akhirnya setelah terjadi penyesuaian, perubahan dalam kelompok mudah terjadi.
Langkah proses pembentukan Tim diawali dengan pembentukan kelompok, dalam proses selanjutnya didasarkan adanya hal-hal berikut:
1.                      Persepsi
Pembagian kelompok didasarkan pada tingkat kemampuan intelegensi yang dilihat dari pencapaian akademis. Misalnya terdapat satu atau lebih punya kemampuan intelektual, atau yang lain memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik. Dengan demikian diharapkan anggota yang memiliki kelebihan tertentu bisa menginduksi anggota  lainnya.
2.                      Motivasi
Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat dalam mencapai tujuan kelompok. Perbedaan kemampuan yang ada pada setiap kelompok juga akan memicu kompetisi internal secara sehat. Dengan demikian dapat memicu anggota lain melalui transfer ilmu pengetahuan agar bisa memotivasi diri unuk maju.
3.                      Tujuan
Terbentuknya kelompok karena memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas kelompok atau individu.
4.                      Organisasi
Pengorganisasian dilakukan untuk mempermudah koordinasi dan proses kegiatan kelompok. Dengan demikian masalah kelompok dapat diselesaikan secara lebih efesien dan efektif.
5.                      Independensi
Kebebasan merupakan hal penting dalam dinamika kelompok. Kebebasan disini merupakan kebebasan setiap anggota untuk menyampaikan ide, pendapat, serta ekspresi selama kegiatan. Namun demikian kebebasan tetap berada dalam tata aturan yang disepakati kelompok.
6.                      Interaksi
Interaksi merupakan syarat utama dalam dinamika kelompok, karena dengan interaksi akan ada proses transfer ilmu dapat berjalan secara horizontal yang didasarkan atas kebutuhan akan informasi tentang pengetahuan tersebut.

  1. Keunggulan dan Kelemahan dalam Kelompok
Dalam proses dinamika kelompok terdapat faktor yang menghambat maupun memperlancar proses tersebut yang dapat berupa kelebihan maupun kekurangan dalam kelompok tersebut.
1.      Kelebihan Kelompok
·         Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima informasi & pendapat anggota yang lain.
·         Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompoknya dengan menekan kepentingan pribadi demi tercapainya tujuan kelompok
·         Kemampuan secara emosional dalam mengungkapkan kaidah dan norma yang telah disepakati kelompok.
2.      Kekurangan Kelompok
Kelemahan pada kelompok bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau jarak anggota kelompok yang berjauhan yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas pertemuan.
  1. Startegi Pembelajaran Kelompok
            Berbagai strategi, metode dan model pembelajaran telah dikembangkan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Spektrum pembelajaran dilihat dari kelompok belajar dapat diklasifikasikan ke dalam strategi pembelajaran klasikal, kelompok dan individual. Tentu saja masing-masing memmiliki kekhasan/keunikan dan memiliki kelebihan dan kekurangan, hampir tidak ada satu strategi pembelajaran yang ampuh untuk semua jenis tujuan dan macam materi bahan ajar yang harus dikuasai pembelajar, demikian juga metode mengajar.
            Strategi pembelajaran kelompok adalah sebagai suatu strategi yang patut    dipertimbangkan dalam upaya membelajarkan pembelajar, suatu prosedur yang teratur, terencana dan sistematis dalam kegiatan pembelajaran melalui kelompok untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran kelompok berpusat pada :
(1) pada peserta didik
(2) experimental learning
(3) tujuan belajar
(4) kebutuhan belajar
(5) pemberdayaan
(6) futuristic
(7) partisipatif
(8) bertahap dan berkesinambungan.
            Metode-metode yang biasa digunakan dalam pembelajaran kelompok, diantaranya: pemecahan masalah, diskusi, demonstrasi, studi kasus, bermain peran, simulasi, situasi hipotesis, games (permainan), role play, peer tutorial, kerja kelompok, kerja proyek dan sebagainya.
            Di dalam kegiatan pembelajaran kelompok pendidik perlu memotivasi dan melibatkan peserta didik dalam merencanakan, melaksanakan dan menilai kegiatan pembelajaran yang dilakukan di dalam kelompok. Kegiatan pembelajaran kelompok mendorong penampilan peserta untuk melakukan saling membelajarkan dan melaksanakan tugas dengan intensitas tinggi. Di samping keunggulan terdapat pula kelemahan dari metode pembelajaran kelompok, diantaranya:
(1) cenderung mengabaikan pembelajaran individual
(2) alokasi waktu tidak mudah ditentukan
(3) Jumlah peserta didik akan berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran
(4) pendidik (fasilitator) dituntut memiliki kualifikasi tinggi
(5) pembelajaran dapat didominasi oleh satu atau dua orang.
            Untuk mengatasi kelemahan yang cenderung mengabaikan pembelajaran individu, pembelajaran kelompok dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pembelajaran kolaboratif dan pembelajaran konkruen. Pembelajaran kolaboratif adalah pembelajaran kelompok dimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi terhadap satu obyek tugas dilakukan bersama-sama oleh seluruh anggota kelompok. Sedangkan pembelajaran konkruen adalah pembelajaran di dalam kelompok dimana analisis masalah dan pemecahannya serta perencanaan dikerjakan dan disepakati bersama, sedangkan pelaksanaannya dilakukan oleh masing-masing individu di dalam kelompok. Di dalam melaksanakan kegiatan, anggota kelompok dapat saling membantu kesulitan yang dihadapi anggota lainnya di dalam kelompok.
            Di dalam pembelajaran kelompok berkumpul para peserta didik yang saling berinteraksi dan memiliki tujuan tujuan bersama. Mereka saling bertukar pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan sikap serta perilaku. Oleh karena itulah di dalam pembelajaran kelompok terjadi dinamika kelompok. Menurut Lemlech (1979:44) di dalam suatu kelompok terdapat dinamika antar kelompok dan dinamika di dalam kelompok sendiri.. Dinamika tersebut secara langsung maupun tidak langsung juga mempengaruhi pembelajaran yang terjadi di dalam kelompok.
            Efektivitas pembelajaran kelompok melibatkan peran pendidik sebagai fasilitator dan siswa, khususnya pemimpin kelompok. Pemimpin kelompok berperanan membantu anggota kelompok untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh seluruh anggota kelompok. Cooper (1990: 315) mengemukakan beberapa peranan dalam kelompok, yaitu:
            Leader atau pemimpin kelompok biasanya dipilih dan muncul secara informal. Pemimpin biasanya mengembangkan potensi kepemimpinan pada saat anggota kelompok tidak memutuskan apa yang harus dilakukan, atau anggota mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan.
            Authority/ Reference/ Adviser. Di dalam suatu kelompok sering ada anggota kelompok yang memiliki kekuasaan karena pengetahuan atau kemampuan khusus yang dimiliki sehingga apa yang dikatakannya selalu di dengar dan menjadi acuan.
            Entertainer. Di dalam kelompok biasanya juga muncul orang yang sering menghibur dengan kata-kata lucu, perilaku jenaka, dll.
            Peacemaker. Anggota kelompok ini sangat tidak menyukai terjadinya konfrontasi dan cenderung menjadi fasilitator, negosiator, dan pembuat kompromi terhadap perbedaan pendapat, cara menyelesaikan masalah atau sikap dan prilaku yang menimbulkan konflik atau konfrontasi di anatar anggota kelompok.
            Worker/ Follower adalah orang yang melakukan pekerjaan berdasarkan basis kepemimpinan yang dijalankan oleh pemimpin, dan biasanya mayoritas dalam kelompok. Seorang worker biasanya juga seorang follower (pengikut) yang mudah sekali dipengaruhii untuk berubah, tetapi kuncinya pada pemimpin kelompok. Apabila pemimpin kelompok berhasil dibujuk, biasanya mereka akan dengan mudah mengikutinya.
            Ada beberapa karakteristik di dalam proses pembelajaran kelompok sebagaimana dikemukakan oleh Burden and Byrd (1999:234), yaitu
(1) Setiap kelompok harus memiliki tujuan, meskipun mungkin ada anggota kelompok yang tidak memiliki tujuan. Sebuah kelompok yang tidak memiliki tujuan kelompok, bukanlah kelompok
(2) Setiap kelompok memiliki norma.
Bentuk pembelajaran kelompok meliputi:
  • Clinics, bisanya untuk memecahkan masalah (problem solving) atau menemukan gangguan (trouble shooting) dan analisis sistem.
  • Exhibits, Fairs, Festifals, dimana kelompok memamerkan, menawarkan atau menjual produk
  • Demonstration, dimana peserta mendemonstrasikan kinerjanya secara kelompok
  • Action projects, biasanya kegiatan yang bersifat sosial.
  • Workshop, biasanya untuk menghasilkan suatu pedoman yang akan disepakati bersama dan menjadi pedoman oleh siapa saja yang akan menggunakannya, bukan hanya kelompok tsb.
  • Clubs and Organized groups, biasanya kegiatan yang berkaitan dengan minat atau hobi.
  • Conferences and Convention, biasanya kegiatan yang bersifat formal yang akan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang mengikat anggota kelompok.
  • Course atau kursus untuk program tertentu yang spesifik.
  • Large meetings, dimana peserta dalam jumlah besar mengadakan pertemuan untuk membahas sesuatu hal, misal melalui seminar atau lokakarya.

  1. Pentingnya Dinamika Kelompok dalam Perawatan
·         Profesi Keperawatan merupakan bagian dari profesi kesehatan yang anggotanya terdiri atas perawat dalam satu ikatan profesi yang memiliki tujuan dan kepentingan yang sama dalam bidang keperawatan
·         Profesi keperawatan terbentuk dari adanya suatu kelompok-kelompok perawat  yang memiliki tradisi, norma, prosedur dan aktivitas yang sama.
·         Setiap anggota saling tergantung satu dengan yang lain karena saling membutuhkan bantuan.
Setiap anggota profesi memiliki ciri-ciri yang berbeda dan dapat dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu:
a)      Anggota Psikologis
Secara psikologis memiliki minat untuk berpartisifasi dalam kelompok norma
b)      Anggota Marginal
Kelompok menerima baik keanggotaannya tetapi bersikap menjauh  atau tidak ingin terlalu terlibat dalam kelompoknya.
c)      Anggota Pemberontak
Anggota kelompok yang bersikap menentang dan tidak bersedia menerima norma yang ada.
Referensi:
Hidayat, AAA. 2004. Pengantar Konsep Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.




0 komentar:

Poskan Komentar